PENGANTAR MANAJEMEN

1. Manajemen
Aktivitas manajemen pada setiap lembaga atau organisasi yang pada umumnya berkaitan dengan usaha mengembangkan suatu tim kerja sama atau kelompok orang dalam suatu kesatuan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Manajemen berasal dari kata manage dan dalam bahasa latin manus yang berarti mengatur, memimpin, atau membimbing. Menurut Stoner, Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Manajer adalah seseorang yang tanggung jawab utamanya adalah melaksanakan proses manajemen dalam suatu organisasi. Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
a. Perencanaan (Planning)
b. Pengorganisasian (Organizing),
c. Pengarahan (Actuating/Directing), dan
d. Pengawasan (Controlling)

2. Kepimpinan
Kepemimpinan termasuk dalam fungsi utama dalam manajerial. Beberapa orang menganggap kepemimpinan sebagai aktivitas yang paling penting dan paling menantang dari semua aktivitas manajerial. Kepemimpinan (leading) adalah serangkaian proses yang dilakukan agar anggota dari suatu organisasi bekerja sama demi kepentingan organisasi tersebut.
Menurut Prof. Dr. Sondang P. Siagian, MPA. Sedikitnya ada 5 fungsi kepimpinan, diantaranya:
a. Pemimpin sebagai penentu arah
b. Pemimpin sebagai wakil dan juru bicara organisasi
c. Pemimpin sebagai komunikator yang efektif
d. Pemimpin sebagai mediator
e. Pemimpin sebagi integrator

Tipe-tipe kepemimpinan:
1. Tipe otokratik atau otoriter
Pemimpin yang bertipe otoriter ini seorang pemimpin yang sombong. Seorang pemimpin ini akan mencampur adukan antar kepentingan pribadi dengan kepentingan organisasi. Dalam menjalankan organisasi Dia akan menuntut ketaatan penuh dari bawahan, bersikap kaku, cenderung memberi hukuman juka terjadi kesalahan.
2. Tipe paternalistik
Seorang pemimpin paternalistik memiliki gaya kepemimpinan yang kebapakan, melindungi, tetapi juga menggurui. Dalam menjalankan tugasnya, Ia akan mengutamakan kepentingan kebersamaan, selalu memperlakukan setiap orang dengan sama.
3. Tipe karismatik
Seorang pemimpin yang karismatik adalah pemimpin yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun mereka tidak dapat dijelaskan secara kongret mengapa mereka mengagumi.
4. Tipe laissez faire
Pemimpin ini memiliki pandangan bahwa pada umumnya organisasi akan lancar dengan sendirinya apabila para anggotanya sudah mengetahui apa yang dicapai, sasaran dan tugas yang ingin dicapai. Seorang pemimpin laissez faire memiliki rasa percaya besar pada orang-orang yang dipimpinnya.
5. Tipe demokratik
Tipe pemimpin inilah yang diinginkan dan palinh didambakan. Seorang pemimpin demokratik memperlakukan manusia dengan cara manusiawi. Ia menghargai dan dan mendengarkan saran bahkan kritik dari bawahannya. Perilakunya dalam berorganisasi, mendorong bawahannya untuk melakukan inovasi dan kreasi.

Contoh kasus:
Drs. Hartoyo telah menjadi manajer tingkat menengah dalam departemen produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah dia pensiun dari tentara. Semangat kerja departemennya rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukkan sikap tidak puas dan agresif.
Pada jam istirahat makan siang, hartoyo bertanya pada drs. Abdul hakim, ak, manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam departemen produksi. Abdul halim menjawab bahwa dia telah mendengar secara informal melalui komunikasi “grapevine”, bahwa para karyawan hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat sendiri olehnya. Dia (hartoyo) menyatakan, “dalam tentara, saya membuat semua keputusan untuk bagian saya, dan semua bawahan mengharapkan saya untuk berbuat seperti itu.”

Analisis kasus:
Gaya kepemimpinan yang ditunjukkan Hartoyo adalah gaya otokratis atau otoriter. Hal ini dapat dilihat dari sikapnya yang gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh.
Adapun keuntungan jika memakai gaya kepemimpinan ini adalah pemimpin biasanya sangat fokus dan disiplin terhadap tujuan dan sasaran dalam organisasi sehingga dapat tercapai dengan cepat namun gaya kepemimpinan ini juga memiliki kerugian yaitu hubungan dengan bawahan sangat renggang atau jauh karena biasanya pemimpin membangun suasana yang kaku dan menuntut ketaatan penuh dari bawahan sehingga bawahan tidak dapat memberi saran-saran membangun dengan leluasa untuk organisasinya.

Referensi
Griffin, Ricky W. (2002). Manajemen. Jakarta: Erlangga
Suprapto, Tommy. (2009). Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi. Yogyakarta: MedPress
Dwiwibawa, F Rudy & Theo Riyanto. (2008). Siap Jadi Pemimpin?. Yogyakarta: kanisius

About Rizky Amelia

Rizky Amelia. 20 years old. I am a psychology student. Everything about psychology and fashion is my favourite. I am chubby because I eat a lot!! View all posts by Rizky Amelia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: