Psikologi dan Internet 4 (tulisan)

Perkembangan internet yang semakin canggih bukan hanya tempat mencari informasi, namun juga tempat berinteraksi dengan individu lain dibelahan dunia. Kini, sangat mudah berinteraksi dengan orang lain karena banyak munculnya media sosial. Media sosial adalah salah satu perkembangan teknologi yang memiliki andil besar dalam memberikan kemudahan bagi manusia untuk berkomunikasi dan bersosialisasi. Dengan hadirnya media sosial yang mempertemukan individu yang satu dengan yang lain di dunia maya, membuat banyaknya terbentuk kelompok atau komunitas virtual yang memiliki tujuan tertentu

1.    Sejarah Komunitas Online

Komunitas virtual yang biasa disebut sebagai e-community atau komunitas online adalah sekelompok orang yang media utama berhubungannya adalah internet dan tidak mengandalkan pertemuan langsung secara fisik. Semua orang bebas membuat komunitas online untuk keperluan pekerjaan, pendidikan, sosial maupun tujan lainnya.

Komunitas online itu seperti membuat situs jejaring sosial dan forum. Banyak perusahaan E-Commerce yang telah sukses dan mendapatkan keuntungan yang sangat besar karena membangun komunitas online, seperti Facebook, Twitter, Kaskus, dll.

2.    Polarisasi dalam Internet

Fenomena polarisasi kelompok (grup polarization phenomenon) adalah kecenderungan kelompok yang menyebabkan orang mengubah keputusan mereka, baik ke arah yang lebih teliti atau lebih mengandung resiko. Faktor yang mengubah kelompok adalah informasi yang disampaikan selama diskusi kelompok tentang masalah. Alternatif keputusan yang menerima jumlah argumen yang paling besar adalah yang terpilih.

3.    Kelompok Kerja Virtual

Dalam sebuah jaringan, virtualisasi mengkonsolidasikan beberapa perangkat menjadi pandangan logis sehingga mereka dapat dikelola dari konsol tunggal (lihatvirtualisasi jaringan ). Virtualisasi juga memungkinkan beberapa perangkat penyimpanan yang dapat diakses dengan cara yang sama tidak peduli apa jenis dan lokasinya. Kemampuan bersosialisasi yang tinggi dari para profesional membuat mereka mampu membentuk kelompok yang disebut kelompok kerja virtual. Berkumpul dan membentuk team saat ada pekerjaan yang harus ditangani. Team kerja virtual seperti itu hanya bisa dibentuk oleh para professional yang sudah bisa bertindak sebagai agen indenpenden bagi dirinya sendiri. Mereka hanya jadi terikat ketika sedang menangani suatu proyek yang dikerjakan oleh team virtual. Kemudahan dalam menggunakan perangkat telekomunikasi menjadi sarana jitu untuk saling berhubungan jika suatu saat dibutuhkan. Dalam konteks organisasi ini kelompok kerja virtual yang masing-masing bisa muncul dan melintasi batas-batas organisasi konvensional seperti yang terdapat pada perusahaan umumnya. Ini dikarenakan kemampuan mereka dalam menggali kemampuan-kemampuan yang sebelumnya tersembunyi dan menjadi muncul ke permukaan melalui acara-acara bebas untuk berbincang dan bertukar informasi atau gagasan.

4.    Brainstorming Elektronik

Elektronik brainstorming adalah versi terkomputerisasi brainstorming teknik manual. Hal ini biasanya didukung oleh sistem rapat elektronik (Electronic Meeting System) tetapi bentuk yang lebih sederhana juga dapat dilakukan melalui email dan mungkin berbasis browser, atau menggunakan peer-to peer software.

Dengan sistem pertemuan elektronik, peserta berbagi daftar ide melalui Internet. Ide dimasukkan independen. Kontribusi segera menjadi terlihat untuk semua dan biasanya anonim untuk mendorong keterbukaan dan mengurangi prasangka pribadi.  EMS Modern juga mendukung sesi brainstorming asynchronous selama waktu yang lama serta tindak lanjut khas kegiatan di proses pemecahan masalah kratif  seperti kategorisasi ide, penghapusan duplikat, penilaian dan diskusi atau kontroversial ide diprioritaskan.

5.    Mengembangkan Kepercayaan dalam Tim Virtual

Tim virtual menggunakan teknologi komputer untuk menyatukan anggota-anggota yang terpisah secara fisik untuk mencapai tujuan bersama.

Untuk membangun kepercayaan tim virtual yaitu:

a.      Communication

Komunikasi sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan kerancuan dalam tim

b.      Cultural Awareness

Selain komunikasi, toleransi dan pengetahuan akan budaya lain juga perlu diperhatikan. Pengadaan pedoman komunikasi (imel, sambutan, dll) ketika mulainya terbentuk tim terbukti dapat membantu mengurangi kesalahpahaman akibat perbedaan budaya

c.      Trust

Memupuk kepercayaan atau trust di antara anggota tim. Trust sangatlah penting untuk mendukung semua point di atas sebagai basis untuk komunikasi yang terbuka dan menyangga motivasi semua individu yang bersangkutan. Tanpa diragukan, trust memerlukan perhatian khusus di setiap titik perkembangan tim virtual

REFERENSI

Robbins, Stephen P. & Timothy A. judge. (2008). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat

E-media Solusindo. (2008). Membangun Komunitas Online secara Praktis dan Gratis. Jakarta: Elex Media Komputindo

http://www.navinot.com/2010/01/28/membangun-tim-virtual/

http://dedeh89-psikologi.blogspot.com/2012/10/komunitas-online.html

http://mylifeinspirationblog.wordpress.com/2011/01/21/varian-lain-dari-brainstorming/

About Rizky Amelia

Rizky Amelia. 20 years old. I am a psychology student. Everything about psychology and fashion is my favourite. I am chubby because I eat a lot!! View all posts by Rizky Amelia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: