FENOMENA BERKAITAN PSIKOLOGI DAN INTERNET

I.                PENDAHULUAN

Internet merupakan salah satu peluang manusia untuk terus berkembang maju, namun nampaknya peluang tersebut tak sepenuhnya dimanfaatkan untuk hal positif. Sebagian orang menggunakan internet untuk hal negatif seperti tindakan plagiat, seks dalam internet dan online game yang memberikan dampak negatif bagi pelakunya.

II.             ANALISIS DAN PEMBAHASAN

1.    Plagiat dalam Internet

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (Pendapat dsb) sendiri. dan pagiarisme adalah penjiplakan yang melanggar hak cipta. Sedangkan plagiator adalah sebutan unuk orang yang mengambil karangan (pendapat dsb) orang lain dan disiarkan sebagai karangan (pendapat dsb) sendiri.

Menurut petunjuk teknis pencegahan plagiat UPI yang mengutip dari

http://www.u.arizona.edu/~rlo/482/plagiarism.pdf tiga jenis tindakan plagiat :

A.     Menggunakan kata-kata orang lain secara persis tanpa membubuhkan tanda kutip beserta rujukannya.

B.     Menggunakan kata-kata orang lain, tetapi mengubah beberapa di antara kata-kata itu atau menyusunnya kembali walaupun sumbernya disebutkan.

C.     Meringkas atau memarafrase kata-kata orang lain tanpa mencantumkan rujukannya.

Sementara itu, Barnbaum (n.d) dari Valdosta State University, menggolongkan plagiat menjadi lima jenis, yaitu:

A.     “Copy-paste”, dalam arti mengambil kalimat atau frase orang lain tanpa menggunakan tanda kutip dan tanpa menyebutkan sumbernya.

B.     “Word-switch”, mengambil kalimat atau frase orang lain dengan mengubah struktur kalimat atau kosakatanya

C.     “Style”, dalam arti mengikuti artikel sumber kata demi kata dan kalimat demi kalimat.

D.     “Metafora”, dalam arti menggunakan metafora orang lain tanpa menyebutkan sumbernya.

E.      “Gagasan”, dalam arti mengambil gagasan, pikiran atau pendapat orang lain tanpa menyebutkan sumbernya.

Ireton (n.d) melihat tindakan plagiat dari sudut pandang berbeda. Sarjana itu menggolongkan plagiat menjadi;

A.     plagiat kata-kata, yaitu menggunakan kata-kata orang lain sama persis tanpa menyebutkan sumbernya

B.     plagiat struktur, yaitu menggunakan kata-kata orang lain dengan mengubah konstruksi kalimat, pilihan kata walaupun dengan memberikan rujukan,

C.     plagiat gagasan, yaitu menyajikan gagasan orang lain dengan bahasa sendiri tanpa menyebutkan sumbernya

D.     plagiat kepenulisan, yaitu mengumpulkan replika atau tiruan karya orang lain atau mengumpulkan artikel yang diperoleh dari Internet atau dari teman

E.      autoplagiat, yaitu menggunakan tugas yang sama untuk dua mata kuliah yang berbeda atau mengambil pikiran sendiri yang telah dikemukakan dalam naskah yang telah diterbitkan tanpa menyebutkan sumbernya.

2.    Seks Dalam Internet

Salah satu hal yang menyebabkan seks bebas dikalangan remaja adalah pornografi. Internet begitu mudah di akses, menjadikan para pelaku begitu bebas menyebarkan konten-konten pornografi. Bila kita search di google maka begitu mudah mendapatkan semua itu. Bukan dari Barat, tetapi pelakunya dari Indonesia sendiri. Perkembangan pronografi itu sendiri tidak terlepas dari smartphone, handphone canggih yang memiliki banyak filtur, notebook, ataupun tablet yang semakin murah dengan harga yang terjangkau. Sayangnya kemudahan dan kecanggihan itu banyak disalahgunakan hanya  untuk phonesex atau ber webcam sex.

Jiwa yang guncang, kehilangan jati diri,  kebersamaan, pergaulan yang salah,  bersenang-senang, kenikmatan sesaat, nafsu syahwat, dan uang menjadikan mereka terjerumus dalam pornografi. Tak dapat dipungkiri lagi, banyak dampak buruk akibat pornografi, seperti Hilangnya rasa malu, hilangnya rasa cemburu pada pasangannya, hilangnya rasa kepuasan terhadap pasangannya, hilangnya akal pikirannya (yang ada dipikirannya hanyalah seks) , meningkatnya perselingkuhan yang mengakibatkan banyak terjadi perceraian, pembenaran diri sendiri akan kebohongan yang dilakukan seperti sebuah topeng kepribadian yang sungguh berbeda. Dampak buruk pornografi dan seks bebas bukan saja pada diri sendiri tetapi juga berimbas pada keluarganya, lingkungannya serta orang lain. Penularan penyakit kelamin dan AIDS sudah menjadi hal yang tidak menakutkan lagi. Atau yang berupa tindakan kejahatan serius seperti pencabulan, penyebaran film porno, perkosaan, pembunuhan disertai perkosaan, perdagangan manusia dan lain-lain.

3.    Online Game

Semua kalangan usia di hampir seluruh lapisan masyarakat tahu game online. Walaupun mungkin ada yang belum memainkannya. Game online dapat memberikan keuntungan dan kerugian bagi si pengguna. Game online sendiri mulai booming sejak tahun 2007 lalu. Dari pertama keluar, game online memang sangat menarik, karena selain bisa battle dengan lawan yang jauh dimata, kita pun bisa chatting saat memainkannya.

Maka dari itu, banyak masyarakat yang kecanduan akan game online ini. Berikut adalah keuntungan dan kerugian yang ditimbulkan game online.

1.      Keuntungan

a.      Melatih kesabaran kita.

b.      Sebagai sarana hiburan.

c.      Meningkatkan kemampuan saraf motorik pada otak kita.

d.      Game dapat melatih kita untuk berbahasa asing, karena pada umumnya menggunakan Bahasa Inggris.

e.      Melatih kreatifitas dan respon otak.

f.       Melatih insting seseorang.

g.      Ajang menambah kawan.

h.      Menjadi kreatif

i.       Melek teknologi

2.      Kerugian

a.      Dapat menyebabkan kecanduan, karena asyik memainkan game ini karena levelnya terus berlanjut sampai akhir final.

b.      Lupa waktu.

c.      Berlama lama main game di depan monitor juga tidak baik untuk mata, karena itu jelas akan merusak mata kita, dan juga ketahanan fisik akan terganggu. Bayangkan ada orang yang bermain game sampai larut malam, jelas akan mengganggu kesehatannya.

d.      Boros. Jika kita memainkan game ini di rental atau warnet.

e.      Mengganggu konsentrasi terhadap hal lain, karena hanya fokus dengan game.

III.           KESIMPULAN

Perkembangan internet yang semakin maju tidak dimanfaatkan seluruhnya untuk hal positif, hal negatif seperti tindakan plagiat, seks dalam internet dan game online juga berkembang sebagai dampak negatif dari adanya internet. tindakan plagiat dan seks dalam internet tidak dibenarkan karena akan berdampak buruk bagi si pelaku sedangkan game online walaupun ada keuntungan yang bisa kita ambil, kita tidak boleh berlebihan karena akan menimbulkan kecanduan dan berdampak buruk juga pada kehidupan nyata.

IV.          REFERENSI

http://ahoooonk.blogspot.com/2013/01/plagiarisme-dalam-perpustakaan.html

http://sosbud.kompasiana.com/2013/02/05/pornografi-seks-bebas-dan-dampaknya-525771.html

http://reswari-adaninggar.blogspot.com/2012/11/finally-softskill-psikologi-dan.html

About Rizky Amelia

Rizky Amelia. 20 years old. I am a psychology student. Everything about psychology and fashion is my favourite. I am chubby because I eat a lot!! View all posts by Rizky Amelia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: