PSIKOLOGI DAN INTERNET 2

I.                PENDAHULUAN

Internet merupakan suatu bagian penting dalam kehidupan saat ini. Semua orang bisa mengakses internet melalui berbagai media seperti komputer, netbook, handphone, smartphone dan lain-lain. Perkembangan internet saat ini sudah pesat terutama di bidang komunikasi yang memudahkan penggunanya untuk berhubungan satu sama lain. Adanya internet yang memudahkan kita dalam berkomunikasi memunculkan dampak positif (peran prososial) dan negatif (antisosial, pornografi,gambling, deindividuasi) dalam berinteraksi di internet.

II.             ANALISIS DAN PEMBAHASAN

1.    Peran sosial individu

Berkembangnya teknologi yang memudahkan kita untuk berkomunikasi melalui internet, memunculkan peran pro-sosial individu.

Perilaku prososial didefinisikan sebagai perilaku yang memiliki konsekuensi positif pada orang lain. Bentuk yang paling jelas dari prososial adalah perilaku menolong. Tingkah laku prososial (Prosocial Behavior) dapat diartikan juga sebagai segala tindakan apapun yang menguntungkan orang lain. Lebih spesifik lagi, Eisenberg dan Mussen (dalam Dayakisni, 2009) memberi pengertian perilaku prososial  mencakup pada tindakan-tindakan:

a.      Membagi  (Sharing),  yakni memberikan  kesempatan  kepada orang lain untuk dapat merasakan  sesuatu yang dimilikinya, termasuk keahlian dan pengetahuan.

b.      Kerjasama  (Cooperative),  yaitu melakukan kegiatan bersama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama, termasuk mempertimbangkan dan menghargai pendapat orang lain dalam berdiskusi.

c.      Menyumbang  (Donating),  adalah  perbuatan yang memberikan secara materil kepada seseorang atau kelompok untuk kepentingan umum yang berdasarkan pada permintaan, kejadian dan kegiatan.

d.      Menolong (Helping), yakni membantu orang lain secara fisik untuk mengurangi beban yang sedang dilakukan.

e.      Kejujuran (Honesty),  merupakan  tindakan dan ucapan yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. 

f.       Kedermawanan (Generosity),  ialah memberikan sesuatu (biasanya berupa uang dan barang) kepada orang lain atas dasar kesadaran diri.

g.      Mempertimbangan hak dan kejesahteraan orang lain, yaitu suatu tindakan untuk melakukan suatu hal untuk kepentingan pribadi yang berhubungan dengan orang lain tanpa menganggu dan melanggar hak dan kesejahteraan orang lain.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Prososial

Secara garis besar ada dua hal yang mempengaruhi tindakan perilaku prososial, yakni:

a. Pengaruh faktor situasional:

1. Bystander (kehadiran orang lain)

2. Atribusi terhadap korban

3. Nilai-nilai dan norma sosial

4. Model-model prososial

b. Pengaruh faktor dari dalam diri:

1. Mood (Suasana Hati)

2. Gender

2.    Dampak negatif dalam penggunaan internet

Penggunan internet yang keliru akan menyebabkan dampak negatif bagi para penggunanya, antara lain:

a.      Perilaku antisosial

Anti Sosial Seseorang yang antisosial menunjukkan ketidakacuhan, ketidakpedulian, dan/atau permusuhan yang seronok kepada orang lain, terutama yang berkaitan dengan norma sosial dan budaya. Orang yang antisosial biasanya blak-blakan dan tidak memedulikan hak dan perasaan orang lain.

Istilah antisosial secara formal disebut Penyimpangan Kepribadian yang Antisosial(Antisocial Personality Disorder).

b.      Pornografi

Menurut Ensiklopedia Nasional Indonesia, pornografi adalah penyajian tulisan, patung, gambar, foto gambar hidup (film) atau rekaman suara yang dapat menimbulkan nafsu birahi dan menyinggung rasa sosial masyarakat.

Beberapa penelitian menemukan bahwa kehadiran internet membuat akses pornografi lebih mudah dari sebelumnya dan ada kekhawatiran bahwa ini berdampak terhadap kesehatan emosional dan fisik, terutama bagi anak muda yang sering menontonnya.

c.      Gambling

Gambling merupakan kejahatan yang muncul sebagai akibat adanya komunitas dunia maya di internet dan memiliki karakteristik seperti perjudian ,yang menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan komunitas gambling. Gambling sering kali dilakukan secara transnasional melintasi batas antar Negara sehingga sulit dipastikan yuridiksi hukum Negara mana yang berlaku terhadapnya. Karakteristik internet dimana orang dapat berlalu lalang tanpa identitas sangat memungkinkan terjadinya berbagai aktifitas jahat yang tidak tersentuh hukum.

d.      Deindividuasi

Deindividuasi adalah, keadaan hilangnya kesadaran akan diri sendiri (self awareness) dan pengertian evaluatif terhadap diri sendiri (evaluation apprehension) dalam situasi kelompok yang memungkinkan anonimitas dan mengalihkan atau menjauhkan perhatian dari individu (Festinger, Pepitone, & Newcomb, 1952).

III.           KESIMPULAN

Adanya internet yang memudahkan kita dalam berinteraksi dengan orang lain menimbulkan dampak positif dan negatif bagi penggunanya. Jika kita berkomunikasi melalui internet dengan benar dan wajar maka akan memunculkan peran prososial  yang memiliki konsekuensi positif pada orang lain. Sebaliknya jika kita keliru, akan memunculkan dampak negatif seperti antisosial, pornografi, gambling dan deindividuasi yang merugikan pengguna internet.

IV.          REFERENSI

http://penjajailmu.blogspot.com/2013/03/teori-perilaku-prososial.html

http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2013-05-23/menangani-dampak-pornografi-online-terhadap-anak-muda/1135120

http://vanz-inside.blogspot.com/2013/06/characteristics-of-online-gambling.html

About Rizky Amelia

Rizky Amelia. 20 years old. I am a psychology student. Everything about psychology and fashion is my favourite. I am chubby because I eat a lot!! View all posts by Rizky Amelia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: