Etika dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi

Etika berasal dari bahasa yunani, ethos yang berarti kebiasaan atau adat istiadat. Etika mencakup analisis dan penerapan nilai-nilai seperti benar, salah, baik, buruk dan tanggung jawab. Konsep ini merupakan tata nilai yang berkembang dari nilai-nilai kebenaran hasil pemikiran manusia. Etika digunakan untuk menunjukan filsafat moral yang menjelaskan tentang nilai dan norma moral. Moral berasal dari bahasa latin mos atau mores yang artinya adat istiadat, kebiasaan, kekuatan dan cara hidup. Secara prinsip, antara etika dan moral tidak jauh berbeda. Etika menuntun seseorang untuk memahami dasar-dasar ajaran moral,sedangkan moral lebih mengacu pada baik dan buruknya tingkah laku manusia yang dapat menuntunnya,pada cara ia hidup mengenai apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Etika dan moral harus diterapkan dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan pada nilai kehidupan manusia. Dengan demikian,orang yang bermoral dan beretika tinggi akan selalu menghargai hak cipta orang lain.

1. Hak Cipta Perangkat Lunak (software)

Pada prinsipnya,tujuan dari hak cipta ini adalah melindungi kreasi penulis, seniman, pengarang, dan pemain musik, serta perangkat lunak (software). Komputer tidak akan dapat dioperasikan bila tidak ada perangkat lunaknya. Menciptakan perangkat lunak tidak mudah, dengan melihat tingkah kesulitan tinggi maka hasil ciptaan seseorang harus dipatenkan. Seseorang atau lembaga yang mendaftarkan hasil karyanya kepada lembaga yang berwenang akan mendapatkan perlindungan hukum. Dalam Undang-undang RI No 19 tahun 2002 tersebut dijelaskan bahwa:

a. Hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan, memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundangundangan yang berlaku.

b. Pencipta adalah seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang dituangkan ke dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi.

c. Ciptaan adalah hasil setiap karya pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni atau sastra.

d. Pemegang hak cipta adalah pencipta sebagai pemilik hak cipta atau pihak yang menerima hak tersebut dari pencipta, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak yang menerima hak tersebut.

e. Pengumuman adalah pembacaan, penyiaran, pameran, penjualan, pengedaran, atau penyebaran suatu ciptaan dengan menggunakan alat apapun, termasuk media Internet, atau melakukan dengan cara apapun sehingga suatu ciptaan dapat dibaca, didengar, atau dilihat orang lain.

f. Perbanyakan adalah penambahan jumlah sesuatu ciptaan, baik secara keseluruhan maupun bagian yang sangat substansial dengan menggunakan bahan-bahan yang sama ataupun tidak sama, termasuk mengalihwujudkan secara permanen atau temporer (sementara).

g. Program komputer adalah sekumpulan instruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode, skema, ataupun bentuk lain yang apabila digabungkan dengan media yang dapat dibaca dengan komputer akan mampu membuat komputer bekerja untuk melakukan fungsi-fungsi khusus atau untuk mencapai hasil yang khusus, termasuk persiapan dalam merancang instruksi-instruksi tersebut.

h. Lisensi adalah izin yang diberikan oleh Pemegang Hak Cipta atau Pemegang Hak Terkait kepada pihak lain untuk mengumumkan dan/atau memperbanyak Ciptaannya atau produk Hak Terkaitnya dengan persyaratan tertentu.

2. Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi

HAKI (Intellectual property right) adalah kekayaan yang timbul dari kemampuan dan kecerdasan manusia yang dapat berupa karya di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) meliputi :

a. Hak cipta (copy right)

b. Merek dagang (trademarks)

c. Paten (patent)

d. Desain produk industri (industrial desain)

e. Indikasi geografi (geographical indication)

f. Desain tata letak sirkuit terpadu/layout desain (topography of integrated circuits)

g. Perlindungan informasi yang dirahasiakan (protection of undisclosed information)

Undang-Undang HAKI dalam bidang TIK

Dalam melindungi karya yang telah diciptakan oleh seseorang, maka pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan peraturan baru yang berupa UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang hak cipta, yang disahkan tanggal 29 Juli 2002. Peraturan hak cipta Indonesia sebelum UU hak cipta Nomor 19 Tahun 2002 berlaku adalah sebagai berikut :

a. UU Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun 1982 Nomor 52).

b. UU Nomor 7 Tahun 1987b tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun 1982 (Lembaran Negara RI Tahun 1987 Nomor 42).

c. UU Nomor 12 Tahun 1997 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun 1982 sebagaimana telah diubah dengan Nomor 7 tahun1987 (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 29).

Sanksi Pelanggaran UU Hak Cipta

Pelanggaran terhadap hak cipta dapat diancam oleh pasal 72 UU Hak Cipta Nomor 19 Tahun 2002

Pasal 72

(2) Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan,memamerkan,mengedarkan atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah).

(3) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu program komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah).

Hasil Karya yang dilindungi UU Hak Cipta

Bentuk-bentuk hasil karya yang dilindungi UU Hak Cipta adalah ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang meliputi :

a. Buku,program,komputer,pamflet,karya tulis.

b. Ceramah,kuliah,pidato dan ciptaan lain yang sejenis dengan itu.

c. Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan.

d. Seni rupa dalam segala bentuk.

e. Lagu atau musik dengan atau tanpa teks.

f. Drama atau drama musikal,tari,koreografi,pewayangan dan pantonim,arsitektur.

g. Peta.

h. Seni batik.

i. Fotografi.

j. Sinematografi.

k. Terjemahan,tafsir,saduran,bunga rampai,database dan karya lain dari hasil pengalih-wujudan.

3. Menghargai Kreasi Orang Lain

Kreasi merupakan hasil dari idea tau gagasan seseorang yang mempunyai nilai,baik konkret maupun abstrak. Setiap kreasi, sekecil apapun, asal bersifat positif dan konstruktif untuk kesejahteraan manusia harus dihargai. Adapun bentuk penghargaan kepada karya orang lain,diantaranya:

a. Menggunakan perangkat lunak asli atau dengan membeli nomor lisensi.

b. Tidak membajak, menyalin, atau menggandakan tanpa seizin perusahaan.

c. Tidak Tidak menggunakan perangkat lunak untuk kejahatan.

d. Tidak menyalahgunakan dalam bentuk apapun.

e. Tidak mengubah,mengurangi,atau menambah hasil karya orang lain.

Tata Cara Mengutip/Mengkopi Hasil Karya Orang Lain

Ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam mengutip maupun mengkopi hasil karya cipta orang lain,Pasal 15 UU Hak Cipta No.19 tahun 2002 menyatakan dengan syarat bahwa sumbernya harus disebutkan atau dicantumkan, tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta apabila:

a. Setiap pengambilan atau pengutipan Ciptaan pihak lain sebagian maupun seluruhnya harus mencantumkan sumbernya jika tujuan pengambilan tersebut untuk keperluan seperti yang disebutkan pada Pasal 15 UU Hak Cipta No.19 tahun 2002. Namun jika tujuannya untuk keperluan diluar yang ditentukan oleh pasal tersebut seperti komersialisasi atau mencari keuntungan, maka kita perlu mendapatkan persetujuan dari Pemegang Hak Cipta dengan ketentuan yang sudah diatur oleh undang-undang.

b. Pemilik suatu Progam Komputer (bukan Pemegang Hak Cipta Progam Komputer ) dibolehkan membuat salinan Progam Komputer yang dimilikinya tersebut untuk dijadikan cadangan, jika digunakan untuk keperluan sendiri, bukan untuk komersialisasi atau mencari keuntungan. Hal ini sudah ditetapkan dalam Pasal 15 UU Hak Cipta No.19 tahun 2002.

Referensi:

http://bisain-tik.webnode.com/products/ketentuan-penggunaan-teknologi-informasi-dan-komunikasi

http://hadilucu.blogspot.com/2010/05/etika-dan-moral-penggunaan-teknologi.html

 

About Rizky Amelia

Rizky Amelia. 20 years old. I am a psychology student. Everything about psychology and fashion is my favourite. I am chubby because I eat a lot!! View all posts by Rizky Amelia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: